Kepala Dua...^^
Pengakuan Menjelang Kepala Dua....
gw bukan cewek yang perfect banget dan menuntut ke-perfect-an semua orang bahkan gue juga bukan someone yang menuntut kesempurnaan kehidupan yang harus gue jalanin. Namun, ada beberapa orang yang bilang, klo gue adalah makhluk perfeksionis [itu kata temen gue di zaman-zaman sma, smp dolo], tapi skarang makin nambah umur, gue makin sadar, klo hidup yang harus gue jalanin ga perlu sempurna banget tanpa ada kesalahan…yang penting hidup yang gue jalanin meaningful bwt gue dan klo bisa bermakna banget bagi orang2 laen., bahkan it’s ok klo hidup gue penuh dgn kesalahan2, karena semua kesalahan itu bikin gue makin dewasa, makin bisa berpikir klo semua yang uda gue jalanin adalah sesuatu yang sia sia
ya hidup menurut gue terlalu singkat. Keinginan gue cuma satu [sebenernya ini bukan keinginan tapi khayalan] : gue pingin seperti dolo masih muda, masih imut-imut, masih bebas untuk bermanja-manja ria ke semua orang [ntah apa pula kamu, ndin!], hehehe piss ah!
The hardest thing dalam hidup gue adalah bertemu lagi dengan hari lahir gue…Mungkin ada rasa seneng dikit, karena ternyata gue makin gede dan masih diperhatikan keluarga dan tmn2 gue…Tapi kadang semua itu adalah beban moril. Gue harus menata diri gue, harus bisa menemukan kelemahan dan kekurangan yang uda gue lakukan selama belasan tahun. Oh God! gue nemuin gue adalah manusia yang bobrok banget! Itu anggapan gue karena menurut gue, orang yang terus-terusan melakukan kesalahan adalah orang yang bobrok, dan so pasti semua manusia adalah bobrok [karena manusia gak luput dari kesalahan], tapi tingkat kebobrokannya tiap manusia yang berbeda-beda…[kayaknya kata bobrok gak pantes diungkapkan di sini…yo wes cukup de…]
Yupz,,,gue merasa manusia yang kecil banget…dan merasa bahwa gue selalu mengulang ulang kesalahan yang sama, tapi alhamdulillah teteup mendapat hidayah dan rahmat dari Nya…
20 taon, gue diberi kepercayaanNya untuk tetap memiliki fisik yang utuh
1. mata yang alhamdulillah masih bisa melihat walaupun uda minus tigaperempat,
2. hidung yang masih bisa mencium wanginya aroma dunia dan nikmatnya harum makanan yang tersedia,
3. mulut yang masih diberikanNya untuk mengungkapkan perasaan hati meskipun kadang mulut ini masih suka keceplosan untuk berkata-kata kurang baik jika gue uda kelewat emosi,
4. kelenjar keringat yang masih ada sampai sekarang sehingga gue bisa tetep merasakan nyaman walaupun temperature lingkungan yang sudah berulang ulang kali berubah ubah tak menentu [kadang panas banget, kadang dingin banget, ga kepikiran klo DIA mengambil bagian yg urgent ini, gue ga bisa hidup selama ini],
5. jantung yang masih berdegup sampai sekarang,
6. alat-alat ekskresi yang alhamdulillah masih berfungsi dengan baik [bayangpun gimana klo kita gak bisa ngeluarin tinja hasil pencernaan atau gak bisa ngeluarin pipis? Semua hasil2 pencernaan itu bakal terakumulasi dan jadi racun di tubuh kita, setelahnya kita bakal siap-siap ‘menunggu’],
7. kulit coklat yang berpigmen melanin
syukur alhamdulillah gue termasuk warga
Indonesia Melayu yang diberi anugerah berupa pigmen kulit melanin, pigmen kulit
berwarna coklat sawo matang ini menjadi incaran warga barat dan warga negro
loh…artinya warna kulit orang Indonesia
8. otak yang masih bisa menyumbangkan ide-ide dan masih bisa menghitung segala macem. bahkan masih bisa mengeluarkan ide untuk menulis blog ini….Alhamdulillah
20 taon gue diberi kepercayaanNya untuk mendapat yang terbaik
1. gue hidup dengan anutan prinsip yang luar biasa
sejak lahir alhamdulillah gue udah beragama Islam, dan sejak kecil pulalah gue diajarin segala macam prinsip-prinsip yang urgent dan yang akan selalu menuntun gue nantinya yaitu prinsip ajaran agama Islam
2. gue hidup dari keluarga yang terbaik
gue dilahirkan dari rahim seorang bidadari yang sampai sekarang selalu menuntun gue. Bidadari itu selalu sabar ngejaga gue, selalu tahan ngeliat tingkah laku gue yang bobrok, dan selalu menepuk bahu gue dan melantunkan kata yang menyejukkan untuk mengingatkan gue dari kesalahan-kesalahan yang uda gue perbuat selama ini. Gue dibesarkan oleh seorang lelaki ksatria yang tangguh, yang tidak lelah dalam mengayuh perahu kehidupan keluarga gue. Bidadari dan lelaki ksatria itu yang selalu ngajarin gue akan belas kasih dan selalu ngajarin gue bagaimana berempati atas kesulitan yang dialami orang laen. Gue dibesarkan pula oleh keluarga yang bijak, kakek nenek yang ngelindungin gue, dan selalu menuntun gue untuk selalu berpegang teguh terhadap prinsip ajaran agama yang gue anut. Gue dibesarkan bersama kakak perempuan gue yang ngelindungin gue banget, yang ngejaga gue dari tingkah laku yang gak bener, dan yang ngajarin gue akan segala hal. Alhamdulillah…
3. gue bisa hidup di tempat yang baik
Waktu SD kota kota kota
Dan selain itu, denger-denger juga bahwa daerah tersebut adalah daerah yang gak bener, artinya daerah yang orang-orangnya masih menggunakan ajaran musyrik seperti keris, jin jin-an, dll. Alhamdulillah Ya ALLAH, keluarga gue pindah dari daerah yang ‘kotor’ tersebut dan alhamdulillah juga keluarga gue ga terperosok ke ajaran sesat seperti itu….
4. gue bisa sekolah di tempat yang kualitasnya termasuk baik
SMP Negeri 2 Bandar Lampung dan SMA Negeri 2 Bandar Lampung di kelas yang baik pula…Gue sekolah bareng ama temen2 yang selalu memotivasi gue. Selain itu, pergaulan yang gue dapet dari sekolah-sekolah gue alhamdulillah merupakan pergaulan yang positif dan bener2 membukakan mata hati gue tentang kehidupan….
Dan sekarang gue kuliah di kampus yang baik bersama orang-orang yang terbaik yang selalu ngedukung gue, ngayomin gue, ngelindungin gue, ngeperhatiin gue….Alhamdulillah lagi…
5. gue mendapat pengalaman yang baik
gue dapet pengalaman yang berharga selama
hidup gue. Pengalaman bertemu dengan orang-orang yang terlalu sombong dan
terlalu menebar pesonanya. Pengalaman dicintai. Pengalaman bertepuk sebelah
tangan. Pengalaman akan cinta-cinta monyet yang gak jelas. Pengalaman cinta
pertama di kampus yang begitu ‘menyiksa’ berbulan-bulan. Pengalaman bekerjasama
dengan orang-orang yang terbaik. Pengalaman berlari-lari untuk melindungi diri
dari kejaran tsunami [meskipun hanya dalam mimpi]. Pengalaman dijodoh-jodohin
ama orang laen. Pengalaman menjadi seorang asisten. Pengalaman mendapat gaji
pertama. Pengalaman mengatur strategi [hoho strategi sukses UMPTN/SPMB aja si
sebenernya]. Pengalaman melihat kekerasan dalam suatu kehidupan manusia.
Pengalaman mendapat surat
--Ya ALLAH, makasih banget, Engkau tetap mempercayakan umur 20 kepadaku--
--Engkau masih menganugerahkan keluarga dan teman2 terindah dalam hidupku--

puji syukur pada allah yang telah memberikan kita segala karunia yang tak terhingga hingga akhir hidup kita,.........
mudah-mudahan segala karunia yang telah allah berikan membawamu lebih dekat lagi padanya(amin)
Posted by: raya aghni | May 8, 2007 01:01 AM